alkisah hiduplah seorang anak muda dari kampung Bendil,, dia berusia masih bau kencur, dia akan melakukan pencarian jati dara ke negeri seberang, dia berangkat dari kampungnya menuju pulau yang sulit penduduk, tetapi banyak rintangan dalam menujunya, dia harus melewati rintangan disetiap perjalanan, mulai dari hutan jati dara, mebel jati dara, dll. pulau itu sangat banyak sekali para pengembala jati dara di sekitarnya. yaitu bernama pulau madara.
sesampai pemuda disana, dia bertemu dengan seorang kapiten yang mempunyai pedang panjang, kalau berjalan prok - prok, ceples. karena seorang kapiten itu yang hebat dalam ilmu kanoragan dan beladara. pemuda itupun berkata:" wahai pak kapten jati dara terimalah aku menjadi muritmu"," aku akan mengikuti perintah yang kapten perintahkan".
kaptenpun menerimanya dengan persyaratan, harus mencari di pulau Madara itu seorang nenek yang bau tanah dan sakti dalam memasak burung dara.
pemuda itupun berangkat menuju kampung terpencil di pulau madara, selang beberapa hari di hutan pulau madara, dia ditemui naga besar, dan di ajak kegua para dara, dan disana pemuda itu di ajari ilmu cara memikat para dara-dara dan memelihara burung dara.
seminggu kemudian, pemuda itu keluar dari gua, untuk mencari nenek tua ahli masak burung dara, pemuda itu membwa burung dara untuk dimasak ke rumah nenek itu.
dari sekian jauh perjalanan pemuda itu, dijumpailah seorang perempuan cantik nan seksi yang bernama manodara, ternyata anak cantik itu anak dari nenek yang ahli masak burung dara, sehingga pemuda itu jatuh jati kepada wanita cantik itu, dengan memberikan burung daranya kepada si cantik itu, lalu dimasak oleh nenek ibu dari gadis cantik itu,
gadis cantik berkata: "burung daramu sangat besar! aku ingin menikmatinya."
pemuda; " ayo kita nikmati bersama" cntik. dan maka dinikmatilah burung dara itu.
akhirnya karena dari pesan si kapten, yang memesan setelah dapat masakan dari burung dara itu supaya di bawa pulang lagi, pemuda itu lalai malah memakan bersama gadis cantik itu.
pemuda teringat maka langsung pamit, untuk pulang dengan membawa masakan itu.
karena pesanya dilanggar oleh pemuda, karena telah memakan dara tadi, diperjalanan di ikuti oleh hantu dara dari pulau madara.
tetapi perjalanan pulang sampai, sebelum fajar muncul hutan jatidara berubah menjadi padang pasir yang luas. akhirnya pemuda itu ketakutan dengan berlari ke arah paguyupan kapten,
setelah sampai disana dan diminta masakan burung dara. dengan marah kapten langsung menyuruh pemuda untuk mandi air sumber kuncup, untuk membersihkan aura dari hutan jati dara.
dan kekuatan menjadi mengalir ke tubuh pemuda dengan memakan dara masakan si nenek tadi.
akhirnya pemuda itu baru mengetahui bagaimana jati dara dari pulau Madara.
sekian!!
ceritomu terlalu menarik..
BalasHapussampek ra mudenga aku, mumet.